Sebelum dan Sesudah/Rhinoplasty Pria

Autologous Tissue untuk Rhinoplasty Pria

Bedah plastik pada umumnya menggunakan implan seperti silikon yang seringkali menimbulkan efek samping dan bekas luka operasi yang terlihat. Jika bentuk asli hidung miring, maka tidak bisa diubah hanya dengan penanaman implan. Rhinoplasty Autologous Tissue (septal cartilage, rib cartilage, dll) dapat mencegah peradangan yang umum terjadi pada bedah dengan implan dan hasinya akan lebih natural karena secara struktural dibentuk dari bagian dalam hidung.

< Diagram bedah pembentukan tulang nasal menggunakan cartilage [/av_textblock] [/av_one_third] [av_one_third first][/av_one_third] [av_two_third] [av_textblock size='' font_color='' color='']

Penyimpangan bentuk septal cartilage sebagai penyebab utama hidung bengkok

Hidung yang bengkok karena kecelakaan atau faktor bawaan lahir terjadi karena septal cartilage tidak tumbuh dan terbentuk lurus. Karena septal cartilage adalah penopang utama dari hidung, maka tidak mungkin memperbaiki hidung yang bengkok tanpa mengkoreksi septal cartilage. Maka penting untuk mengambil occeous septum dan cartilage (tulang rawan) dari dalam hidung untuk mengkoreksi bentuk septal cartilage.
Setelah melalui prosedur ini, batang hidung dapat dipertinggi dan ujung hidung dibuat lebih mancung.

Jenis-jenis Rhinoplasty Pria :

  1. Perubahan bentuk hidung akibat kecelakaan
  2. Hidung kaukasia yang bengkok
  3. Hidung tidak berkembang akibat kecelakaan
  4. Hidung bengkok dan tersumbat akibat nasal septal deviation
  5. Dasar alar yang lebar
  6. Lubang hidung besar dan lebar
  7. Hidung yang naik ke atas dan lemah
  8. Bentuk hidung feminin akibat salah operasi
  9. Bentuk hidung tidak sesuai harapan setelah menjalani operasi deviated septal correction

Sebelum dan Sesudah/Rhinoplasty Pria

[/av_two_third]