Filler

Apa yang dimaksud dengan prosedur filler ?

Saat usia bertambah, Anda akan kehilangan jaringan lemak, kolagen , lemak dan hyaluronic acid karena berbagai alasan. Akibatnya, kerutan dan keriput muncul. Suntikan filler adalah perawatan kosmetika yang dapat mengatasi masalah ini tanpa operasi. Prosedur ini populer di Korea karena dapat dilakukan dalam waktu singkat dan pasien dapat langsung pulang.
Ada banyak pilihan filler tersedia tergantung bagian yang ingin dirawat. Filler yang tepat harus dipilih dengan tepat untuk menghindari efek samping. Maka penting sekali memilih dokter yang tepat.
VIP International Cosmetic Surgery Center hanya menggunakan produk-produk yang terbukti aman yang telah disetujui FDA dan KFDA.

Mengapa perlu pengulangan prosedur?

Filler adalah material sintesis secara biologis dan akan hancur/hilang setelah beberapa lama. Karena itu prosedur ini harus diulang. Beberapa orang menginginkan filler yang bertahan lama tapi wajah akan mengalami perubahan sepanjang waktu karena faktor internal dan eksternal (penuaan, personal dan karena itu keseimbangan wajah perlu dijaga setiap waktu. Jika satu area tetap sedangkan area lain berubah, maka akan merusak keseimbangan wajah. Karena itu, prosedur ini harus diulang setiap 2-3 tahun.

Apa kelebihan prosedur filler?

Reaksi & Peringatan setelah operasi

Semu merah kecil dapat muncul pada area yang diaplikasikan filler, tapi akan hilang setelah 24-48 jam, kadang muncul lebam tapi juga akan hilang dalam 2-3 hari. Daerah yang diinjeksi akan sedikit menonjol yang akan hilang setelah 2-3 hari. Hindari menyentuh daerah ini selama kira-kira 6 jam setelah menjalani prosedur.

Metode aplikasi di tiap area

Reaksi dan peringatan setelah prosedur

Kemerahan kecil akan muncul di area aplikasi tapi akan hilang dalam 24-48 jam, kadang-kadang muncul lebam tapi ini juga akan hilang dalam 2-3 hari. Area yang disuntik akan sedikit bengkak dan akan hilang dalam 2-3 hari. Hindari menyentuh area ini sekitar 6 jam setelah operasi.

Apakah Botox?

Merupakan pengobatan untuk mengatasi dan mencegah keriput yang disebabkan oleh gerakan otot wajah, dengan melumpuhkannya selama beberapa waktu. Efektif untuk setiap kondisi abnormal tubuh yang disebabkan kontraksi berlebih otot.

Botulinum toxin ditemukan dari kecelakaan saat seseorang tewas karena keracunan makanan setelah menyantap makanan kalengan yang sudah kadaluarsa. Terjadi saat saraf peripheral bertemu otot dan otot menjadi lumpuh. Dikenal sebagai senjata biologis yang kuat, botulinum toxin awalnya diberikan pada pasien dengan kelumpuhan wajah. Pada tahu 1987 seorang ophthalmologist asal Kanada menemukan secara tidak sengaja jika material ini dapat menghasilkan kerutan di dahi sekaligus mengobati kejang pada kelopak mata. Karena botx telah digunakan untuk tujuan estetika, jangkauan aplikasinya telah diperluas mulai dari perawatan kontur wajah sampai hyperhidrosis.

Merk berbeda-beda untuk botulinum toxin

Ada 2 produk botulinum toxin yang telah dikomersialkan yang telah disetujui FDA. Botox ditemukan di AS dan Dyport ditemukan di Inggris. Keduanya berbeda dari sisi keaktifan biologis. Botox memiliki sedikit antibodi, sedangkan Dysport memiliki masa aktif lebih pendek.

Efek

Botox memberikan perawatan konsisten yang mudah bagi siapa saja. Empat hari setelah botulinum toxin disuntikkan ke dalam otot, serat otot akan mulai berkontraksi dan mencapai puncaknya pada hari ke-12. Sekitar 24 hari setelah diinjeksi, ukuran yang normal akan berhasil diperbaiki.

Efek Botox rata-rata bertahan sampai3-6 bulan tapi kadang-kadang bisa sampai 9 bulan. Ini membuktikan jika Botox tidak diakumulasikan di dalam tubuh dan karena itu aman. Untuk kontur dan keriput, perawatan yang lebih cepatdimulai akan memberi efek yang lebih baik.

Keriput dinamis

Keriput dinamis terbentuk karena penggunaan otot wajah dan hasilnya kulit disekitar otot sering dikerutkan. Botox yang melumpuhkan otot ekspresi wajah untuk menghilangkan keriput, hanya bisa digunakan untuk mengatasi keriput yang disebabkan gerakan otot yang berulang. Termasuk diantaranya keriput dahi, keriput antara alis mata, keriput perioral, keriput periorbital dan keriput leher.

Porsedur ini tidak meninggalkan luka parut yangmencolok dan mengganggu kehidupan sehari-hari sehingga ideal bagi wanita dan pria yang sibuk. VIP International Plastic Surgery Center menawarkan sebuah prosedur yang menggunakan laser peremaja kulit (Proxell-Xena2) dan Botox secara simultan.

Efek

Botox dapat efektif pada individu dengan wajah yang tampak lebih besar karena perkembangan otot atau menyudut. Pada rahang persegi, prosedur Botox bukan untuk menghaluskan keriput tapi untuk mengurangi ukuran otot pada wajah. Botox efektif khususnya jika otot mastication terlalu besar.

Otot mastication yang berkembang terlalu baik akan membuat Anda menggertakkan gigi dengan kuat atau mengunyah dengan satu sisi gigi sehingga rahang menjadi miring. Ini disebabkan oleh otot mastication yang berfungsi untuk mengunya dan kelenjar ludah pada sis tersebut membesar. Pada kasus ini, otot yang berkembang terlalu baik tersebut dapat ditekan untuk melengkungkan garis rahang.

Rahang tersegi yang terbentuk karena otot yang terlalu berkembang dapat diatasi dengan menyuntikkan Botox ke dalam otot untuk mengurangi ketebalannya secara bertahap. Perlu 3-6 bulan agar otot kembali ke bentuk normal sehingga perlu aplikasi ulang.

Efek dan efek samping

Prosedur Botox hanya melibatkan suntikdan dan tidak memerlukan masa pemulihan. Efek mulai muncul 3-8 minggu setelah operasi. Otot mastication dapat kembali ke bentuk semula setelah 6-12 bulan, tapi otot akan berkurang ukurannya untuk sementara waktu. Kemampuan menggertakan gigi menjadi lemah selama 1 bulan setelah aplikasi tapi akan segera membaik. Hindari makanan yang keras dan permen karet. Otot yang ditekan akan bertahan selama 6-8 bulan. Aplikasi Botox tambahan yang diberikan 1-2 bulan setelah otot kembali ke kondisi semula dapat memperpanjang masa efektivitas Botox.

Efek samping

Botox memiliki beberapa efek samping selain rasa sakit di area yang disuntik dan efek sementara setelah disuntik. Rasa sakit di area injeksi disebabkan oleh otot-otot disekitar otot yang dilumpuhkan menarik otot tersebut.

Beberapa pasien mengeluhkan rasa pusing atau sakit kepala, tapi hanya sementara dan hilang dalam 2-3 hari. Ekspresi tidak alami yang sering timbul setelah prosedur akan hilang dalam sebulan. Pada beberapa kasus, terlalu banyak invasi ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan seluruh tubuh lemah atau merasakan gejala seperti flu.

Kontraindikasi

Kontraindikasi botulinum toxin diantaranya myasthenia gravis, penyakit motor neuron dan kehamilan. Individu yang mengkonsumsi antibiotik aminogrlycoside atau obat anticoagulation harus menghindari Botox. Karena botulinum toxin bekerja pada penghubung neuromuscular, pasien yang bermasalah dengan penghubung ini akan memiliki resiko yang lebih besar terkena efek samping. Myasthenia gravis adalah penyakit yang mengakibatkan pasien kehilangan kekuatan ototnya.

Antibiotik amynogrlycoside bekerja pada penghubung neuromuscular. Meski botulinum toxin bekerja secara lokal, tapi tetap dapat menyebabkan efek samping pada seluruh tubuh. Wanita hamil, meski belum terbukti secara ilmiah, sebaiknya menghindari Botox. Individu yang sering mengalami pendarahan atau mengkonsumsi obat anti congulation juga harus menghindari Botox.